" Ya Allah, muliakan & sayangilah saudaraku ini, bahagiakan keluarganya, berkahi rizkinya, kuatkan imannya. Berikanlah kenikmatan ibadahnya, jauhkan dari segala fitnah. amiin. "
Tampilkan posting dengan label Berita. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Berita. Tampilkan semua posting

Minggu, 21 Februari 2016

Donald Trump: Ayo Boikot Apple!

Jakarta - Bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan warga AS untuk memboikot Apple. Seruan ini dilontarkan Trump terkait penolakan raksasa teknologi AS itu untuk membuka kode keamanan iPhone milik seorang tersangka serangan penembakan di San Bernardino tahun 2015 lalu.
Apple telah menolak permintaan pemerintah AS untuk membantu membuka kode enkripsi ponsel iPhone milik tersangka serangan San Bernardino, sebagai bagian dari penyelidikan serangan tersebut. 
Pemerintah AS pun telah meminta pengadilan untuk memerintahkan Apple membantu memecahkan kode enkripsi tersebut. Namun meski telah ada perintah pengadilan, Apple bersikeras menolaknya. Apple menegaskan, pihaknya tak akan membantu membuka kode enkripsi telepon genggam tersebut, dengan menyebut alasan privasi untuk pengguna.
"Apple harus memberikan kode keamanan untuk telepon itu, OK?" kata Trump saat acara kampanye di Pawleys Island, South Carolina.
"Saya pikir, apa yang harus kalian lakukan adalah memboikot Apple sampai waktunya mereka memberikan kode keamanan itu," tutur kandidat unggulan Partai Republik itu seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/2/2016). 
"Saya pikir begitu. Boikot Apple," cetus Trump.
Trump pun mengecam direktur eksekutif Apple, Tim Cook atas penolakannya tersebut. Menurut miliarder AS itu, Cook hanya ingin menunjukkan betapa liberalnya dirinya.
Tersangka penembakan San Bernardino, Syed Farook, bekerja untuk pemerintah wilayah California ketika serangan penembakan itu terjadi pada Desember 2015 lalu. Sebanyak 14 orang tewas dalam serangan itu.(ita/asj) 

Haru, Dua Polisi Ini Berlutut Saat Hendak Menilang Seorang Ibu

Kejadian mengharukan terjadi di Hanwu Bridge, Handan, Provinsi Henan, China. Dua orang polisi tampak berlutut ketika hendak menilang seorang ibu dan anaknya yang mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
Dilansir dari media sosial paling popular di China, Weibo, semula dua Polisi tersebut menjelaskan alasan menilang. Namun pengendara yang bernama Feng Dong dan ibunya malah berlutut dan memohon agar jangan ditilang.
Tanpa diduga, demi tidak mengurangi kesopanan dan tetap menegakkan peraturan, kedua polisi tersebut ikut berlutut. Kedua polisi itu melanjutkan memberi pengarahan bagi Feng Dong dan ibunya akan pentingnya patuh terhadap peraturan berlalu lintas dengan tidak mengendarai sambil mabuk.
Walaupun Feng Dong dan ibunya berlutut kepada polisi, tapi polisi tersebut tetap menilang mereka dengan denda sebesar 1000 RMB atau setara dengan Rp. 2.200.000.
Aksi kedua polisi lalu lintas itu kemudian diabadikan dan diunggah hingga menjadi popular di media sosial Weibo. Banyak dari netizen yang mengapresiasi integritas kedua polisi tersebut. Biar bagaimanapun aturan tetap aturan yang hukumnya wajib ditegakkan. Sementara menghormati orang yang lebih tua merupakan bentuk kewajiban yang lain.
(war)
Sumber : liputan6.com

 .